Berita

Penyelidik Temukan Pegunungan Salju di Planet Pluto

PLUTO merupakan planet kebalikan dari Bumi. Jika wilayah di Bumi makin tinggi lokasinya oleh sebab itu akan makin dingin cuacanya dengan menjelaskan pegunungan berselimut salju, tetapi di Pluto makin tinggi mau hangat suhunya. Hal ini dikarenakan adanya radiasi matahari.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin anggota dari Center National de la Recherche Scientifique (CNRS) atau Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis memberikan studi tentang hal ini. New Horizons menemukan salju di Pigafetta Montes dan Elcano Montes yang terletak di provinsi Cthulhu Macula Pluto di ekuator planet itu. Salju Pluto tidak seperti salju di Bumi, tersebut metana beku, bukan air mati. Demikian dikutip dari Science Alert , Rabu (21/10/2020).

Baca juga: Oleh sebab itu Planet Terjauh, Berapa Lama Periode 1 Tahun di Pluto?  

Dikarenakan Pluto tidak memiliki atmosfer tebal semacam Bumi, planet ini menjadi bertambah hangat di ketinggian yang lebih tinggi akibat radiasi matahari, karena panas diserap oleh metana di atmosfer.

Tim peneliti menggunakan model iklim untuk pendidikan bagaimana salju metana turun dalam pegunungan. Atmosfer tipis Pluto sebagian besar adalah nitrogen dengan sebanyak kecil metana dan karbon monoksida. Dengan hanya sejumlah kecil metana, sulit untuk memperhitungkan semua salju itu.

Mengucapkan juga: Wujud Bulan-Bulan Uranus Ternyata Mirip Neptunus dan Pluto 

Dengan bekerja menggunakan model iklim, para peneliti mengikat bahwa dinamika atmosfer Pluto mengarahkan metana di ketinggian yang lebih tinggi. Hanya di puncak bukit ada cukup metana untuk membentuk salju. Di ketinggian yang lebih rendah, metana tidak cukup serta tidak akan membetuk salju.

“Secara keseluruhan, pembentukan uap beku CH4 di puncak pegunungan Pluto tampaknya didorong oleh metode yang sama sekali berbeda lantaran proses pembentukan pegunungan yang mati salju di Bumi, menurut model kami, ” tulis tim di dalam kesimpulan makalah mereka.

(han)

Back To Top