Berita

Payah, Pembuat Kue Ini Bikin Cookies dengan Serbuk Gergaji

Tak pernah terlintas di benak beberapa orang bahwa serbuk gergaji, digunakan sebagai salah satu komponen bahan di dalam membuat kue.

Tapi nyatanya, memasukkan serbuk gergaji atau sawdust sebagai salah satu bahan dalam membuat kue ini dilakukan oleh seorang baker dalam Jerman. Bahkan sang pembuat kue, diketahui sudah menjalani bisnis kuenya tersebut melalui kiriman pos selama kurang lebih 20 tahun.

  serbuk gergaji

Hingga keputusannya, tindakannya sang pebuat kue yang tidak diketahui identitasnya itu memproduksi dirinya terseret ke ranah patokan. Dari laporan portal berita Juris. de, Pengadilan Verwaltungsgericht Karlsruhe memandang bahan tersebut tidak layak buat dikonsumsi manusia.

Mengutip Fox News, Rabu (23/12/2020) dalam putusan pengadilan dijelaskan, cookies dengan serbuk gergaji tersebut tidak boleh masuk ke di rantai makanan manusia karena tidak aman, dan secara obyektif dipandang sebagai komponen yang tidak pantas untuk dikonsumsi manusia. Alih-alih buat manusia, bahkan serbuk gergaji itu tidak digunakan di sektor industri pakan ternak.

Sementara itu, si pembuat kue mengklaim ia sebetulnya telah menemui kota Karlsruhe pada tahun 2004 tentang penggunaan serbuk gergaji. Tetapi dirinya tidak mendapat kabar lanjutan dari pejabat pemerintah.

Apalagi kabarnya keterangan bubuk gergaji sebagai salah satu bahan tersebut sudah tertera di kemasan kuenya. Sang pembuat kue juga menjelaskan, dia menggunakan serbuk gergaji “mikrobiologis” sebagai pengganti tepung, yang dia beli dari pengecer produk mengambil.

Menurutnya, serbuk gergaji mikrobiologis itu merupakan keluaran herbal yang mirip dengan bekatul. Toko yang menjual serbuk memotong tersebut berpendapat bahwa serbuk itu masuk sebagai produk nabati.

Meski demikian, bagian pengadilan tak mau mengindahkan argument sang baker. Pengadilan justru sudah menguatkan keputusan yang dibuat oleh inspektur kota yang menguji adukan kue dan memerintahkan agar sang baker berhenti menjual kue tersebut pada 2017.

Baca juga: Cerita Sandiaga Uno mengenai ‘Bismillah Mas’ dari Menteri Pratikno

Tak terima dengan keputusan pihak pengadilan, sang baker diketahui mengajukan banding ke mahkamah yang lebih tinggi, Higher Administrative Court of Baden-Württemberg.

(DRM)

Back To Top