Berita

Mantan Atlet Ungkap Kondisi Seks Bebas yang Terjadi di Olimpiade

OLIMPIADE Tokyo 2020 memang penuh dinamika, lantaran dilangsungkan di tengah Pandemi Covid-19. Tapi, pelaksanaan olimpiade itu sendiri sebenarnya sudah memiliki banyak cerita kelam di baliknya.

Salah satunya adalah dengan adanya ranjang cardboard atau ranjang kardus yang diklaim memiliki ‘sustainability’. Tetapi fakta dibaliknya adalah agar tidak ada seks bebas saat Olimpiade berlangsung.

Nah, mantan Atlet Olimpiade, Susen Tiedtke pun membongkar rahasia seks bebas di ajang olahraga paling bergengsi tersebut. Menurutnya, tidak ada yang bisa menghalangi urusan seks di Desa Olimpiade walau ‘diakali’ cara apapun.

“Larangan melakukan seks adalah bahan tertawaan besar bagi saya, itu tidak berhasil sama sekali. Seks selalu menjadi isu di Desa Olimpiade,” kata Tiedtke kepada Bild, dilansir dari New York Post.

Mantan atlet lompat jauh yang kini berusia 52 tahun itu berkompetisi di Olimpiade 1992 dan 2000, yang mana dari ajang itu juga dia bertemu mantan suaminya, Joe Greene, sesama atlet lompat jauh. “Para atlet itu dalam kondisi stamina yang sangat baik di Olimpiade. Ketika pertandingan selesai, ya, banyak dari mereka yang melepaskan energi,” jelasnya.

Ia melanjutkan, pelatih selalu mengatakan bahwa seks sebelum bertanding itu bukan ide yang baik karena ketika Anda berhubungan badan, setelah itu tubuh akan mulai dari ‘nol’ lagi untuk mendapatkan energi terbaiknya.

Tapi, beda cerita kalau mau berhubungan badan setelah pertandingan. “Makanya, banyak yang sampai berhubungan badan sampai dini hari,” sambungnya.

“Lagipula, teman sekamar akan sangat paham jika Anda meminta kamar untuk sendiri yang artinya Anda butuh waktu untuk ‘melampiaskan energi’ tersebut,” kata Tiedtke.

Back To Top