Berita

IDI Ingin Kegiatan Belajar Diselingi Olahraga di Luar Kelas

PEMERINTAH tengah membahas persiapan pembelajaran tatap muka pada Juli 2021 mendatang. Oleh karena itu, sesudah lansia yang mendapat vaksin, kini tenaga pengajar yg diberikan vaksin tersebut.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengatakan, idealnya pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan dengan 50% dari jam sekolah biasanya. Selain itu, kelas tidak boleh diisi penuh serta diselingi dengan kegiatan di luar kelas.  

“Idealnya, mulai saja dulu oleh 50% jam sekolah biasa. Kelas jangan langsung diisi penuh. Dan, kegiatan belajar diselingi keluar kelas tuk melakukan olahraga, ” jelas dia melalui laman sosial media milikinya.

Zubairi Djoerban menyebutkan ketika ini rata-rata positivity rate Covid-19 di Tanah Air flow masih diatas 20%. Sehingga, kata Zubairi bahwa kondisi itu rawan untuk siswa melakukan pembelajaran di sekolah. “Kondisi itu akan rawan untuk siswa-karena risiko penularannya amat tinggi, ” katanya 

Zubairi mengatakan bahwa belajar mengajar secara virtual memang tidak ideal jika dilaksanakan secara berkepanjangan. “Tapi saya tidak bisa bilang senang bahwa sekolah tatap muka akan dibuka dalam waktu dekat. Di lain sisi, saya juga mengerti dorongan untuk membuka sekolah tersebut besar, termasuk dari pemerintah, ” ungkapnya.

Jika PTM dilaksanakan di dalam waktu dekat, Zubairi menegaskan bahwa angka positivity rate Covid-19 di Tanah Air harus kurang dari 5%. “Saya tekankan sekali lagi. Sikap saya ya sepakat sekolah dibuka, asal positivity rate kurang dari 5 persen. Apakah saat terkait sudah aman? Ya belum, ” tegasnya.

“Semoga, Juli nanti, positivity rate kita bisa di bawah 5%, dan itu pun harus tetap patuh prokes, ” tambah dia.

(mrt)

Back To Top