Berita

Curhat Nakes, Dipukul Keluarga Pasien Covid-19 Gegara Krisis Oksigen di RS

KASUS Covid-19 yang melonjak tak terkendali memberikan tekanan kepada seluruh tenaga kesehatan (Nakes) yang berjuang di garda terdepan. Mereka tidak hanya mendapatkan beban fisik karena harus bekerja ekstra dalam menangani para pasien yang membeludak, namun juga mendapatkan tekanan mental yang sangat besar.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI), Harif Fadhilah S.Kp, SH, M.Kep, MH, mengatakan Fakultas Kedokteran telah merilis bahwa 84% dari seluruh nakes di Indonesia mengalami burnout. Sebagaimana diketahui, burnout adalah beban mental. Mirisnya, angka tersebut terjadi sebelum lonjakan kasus Covid-19.

“Setelah lonjakan kasus saya yakin bisa mencapai 90%. Selain itu variasi terhadap tekanan nakes itu bertambah banyak, tidak hanya dimarahi, ditekan, dikasari, bahkan minggu lalu PPNI mencatat ada tiga kali kasus pemukulan perawat dari keluarga pasien dalam 1 minggu,” ujar Harif, dalam sesi jumpa pers secara daring, Jumat (9/7/2021).

Baca Juga : Indonesia Akan Terima Donasi Oksigen dari Singapura hingga China

Ia menambahkan bahwa dari dua kasus pemukulan tersebut, dua diantaranya terjadi karena masalah oksigen. Sehingga saat ini ada tiga faktor utama yang membuat mental para nakes benar-benar diuji, yakni karena lonjakan kasus, kurangnya nakes karena terkonfirmasi, dan yang ketiga fasilitas pelayanan yang tidak segera terpenuhi untuk melakukan pelayanan.

“Selain beban tekanan, tambahannya tadi adalah tindakan kekerasan dari pihak keluarga pasien dan beban mental yang diterima oleh perawat, bidan, dokter, dan nakes. Itu semua bukan karena tekanan juga, tapi bagaimana rasa empatinya tenaga kesehatan melihat pasien yang ngantri, yang tidak dapat tempat, yang ada di tenda-tenda. Kondisi inilah yang menambah beban psikologis mereka. Mereka ingin menolong tapi apa daya tidak memiliki kekuatan terhadap bagaimana fasilitas mencukupi itu,” tuntasnya.

(hel)

Back To Top