Berita

BPOM Cabut Rekomendasi LQC Sokongan sebagai Produk Penanganan Covid-19

BADAN Kepala Obat dan Makanan (BPOM) mencabut rekomendasi penggunaan obat tradisional China Linhua Qingwen Capsules (LQC) Donasi. Obat yang sebelumnya diperuntukan sebagai produk donasi untuk percepatan penanganan covid-19 itu dinilai berdampak buruk bagi kesehatan.

Linhua Qingwen Capsules (LQC) Donasi dimanfaatkan untuk mengobati gejala simptomatik, seperti mempercepat hilangnya demam dan gejala lainnya. Akan tetapi berdasarkan hasil studi BPOM, obat tersebut tidak membekukan laju keparahan (severity), tidak menurunkan angka kematian, serta tidak mempercepat konversi swab test menjadi negatif.

Baca juga: BPOM Resmi Beri Izin Penggunaan Vaksin Sinopharm 

BPOM juga menemukan tanda lain bahwa ada kandungan berbahaya di dalam LQC Donasi yang memang tak mengantongi izin edar BPOM. Kandungan tersebut adalah Ephedra.

Ephedra merupakan bahan yang dilarang digunakan di dalam obat tradisional (negative list) berdasarkan Peraturan Kepala Institusi POM Nomor HK. 00. 05. 41. 1384 Tahun 2005 tentang Kriteria & Tata usaha Pendaftaran Obat Tradisional. Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka karena dapat mendatangkan efek yang berbahaya di dalam sistem kardiovaskular dan pola saraf pusat.

“Berdasar hasil evaluasi & aspek risiko-manfaat terhadap LQC Donasi, BPOM memutuskan tak lagi memberikan rekomendasi buatan donasi tersebut melalui layanan perizinan tanggap darurat, dikarenakan memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan dengan manfaatnya, ” terang BPOM pada laman resminya.

Baca juga: 4 Tips Sehat Buka Puasa Sesuai Anjuran BPOM 

Kadar sama dialami obat Phellodendron. Obat ini diketahui belum memiliki data uji Randomized Controlled Trial (RCT) buat penggunaannya dalam penanganan anak obat covid-19. “Data yang ada baru sebatas penggunaan empiris, ” tegas BPOM.

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM Nomor 10 Tahun 2014 tentang Pembatasan Memproduksi dan Mengedarkan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan tubuh yang Mengandung Coptis Sp, Berberis Sp, Mahonia Sp, Chelidonium Majus, Phellodendron Sp, Arcangelica Flava, Tinosporae Radix, dan Cataranthus Roseus, melarang memproduksi serta mengedarkan obat tradisional dan suplemen kesehatan mengandung Phellodendron karena dapat menyebabkan iritasi ginjal dan nefrotoksik.

Back To Top