Berita

Belum Ada Bukti Corona N439K Lebih Berbahaya dari Covid-19 Sebelumnya

Kabar mengenai munculnya varian baru Corona B117 sempat membuat gegee masyarakat pada awal Maret 2021. Kini muncul pula mutasi Covid-19 lainnya yang disebut secara varian Corona N439K.

Tentu banyak klub yang penasaran dan mempertanyakan bahaya yang ditimbulkan sebab varian baru ini. Tabib Relawan Covid-19 sekaligus Influencer Kesehatan, dr. Muhamad Fajri Adda’i mencoba untuk membaca mengenai varian N439K itu.

Taat dr. Fajri, varian N439K sudah ada sejak Maret 2020. Virus tersebut menjalar dengan cepat di negara-negara Eropa. Meski demikian belum ada bukti yang tentu bahwa varian N439K bertambah berbahaya dibandingkan sebelumnya.

Virus Corona

“Jurnal Science Direct membicarakan, uji pada laboratorium menyuarakan virus N439K lebih mudah-mudahan untuk menular dan menginfeksi. Sebab, kemampuan virus itu dapat meningkatkan kemampuan nempel virus pada reseptor sebanyak dua kali, ” terang dr. Fajri, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (16/3/2021).

Baca Selalu: 4 Potret Ovi Dian Presenter Berjuluk Crazy Rich Indonesia, Raffi Ahmad Tangan Tajir!

Meski demikian, mutasi tersebut belum terbukti meningkatkan viral load atau jumlah virus terlalu untuk menginfeksi. Sementara tersebut belum ada bukti juga bahwa N439K dapat menyebabkan keparahan penyakit.

“Jurnal tersebut juga mengutarakan bahwa mutasi N439K mampu menurunkan efikasi terhadap antibodi. Tapi perlu diperhatikan tersebut hanya dalam skala lab. Kalau penelitian itu membangun ada dua, skala lab dan yang lebih luhur lagi ada skala warga. Ini baru berdasarkan lab saja dan pada kenyataannya belum tentu, ” tuntasnya.

(hel)

Back To Top