Berita

4 Alasan Kenapa Wajib Pakai Masker Meski Telah Divaksin

4 Alasan Kenapa Wajib Pakai Masker Meski Telah Divaksin

Indonesia sudah kedatangan vaksin Sinovac pada awal Desember lalu, sebagai salah satu upaya pemerintah mengatasi pandemi Covid-19.

Tapi apakah secara sudah adanya vaksin Covid-19, lulus protokol kesehatan atau tata cara kehidupan normal baru kita lupa satu contohnya yakni menggunakan kedok setiap saat ketika beraktivitas di luar rumah jadi tak legal lagi?

Jawabannya salah, karena patuh para ahli kesehatan, meski telah divaksin tapi yang namanya mengindahkan masker setiap saat itu pasti harus dilakukan.

“Saya pikir kita harus mempersiapkan diri untuk memakai masker untuk dalam masa mendatang, mungkin untuk tahun depan. Bahkan sampai ketika kita bisa memvaksinasi masyarakat umum, ” kata Marybeth Sexton, Asisten Profesor Penyakit Menular di Fakultas Kedokteran Universitas Emory Atlanta.

Lalu apa saja alasan mengapa wajib pakai masker meski sudah divaksin? Mengutip Huffingtonpost, Selasa (22/12/2020) berikut paparan 4 alasannya, kaya menurut para ahli kesehatan.

1. Belum tentu menghasilkan imunitas pada semua orang

Trial vaksin Pfizer & Moderna menunjukkan hasil yang sangat efektif. Tapi Marybeth mengingatkan sedang ada sebagian dari populasi asosiasi yang tidak terlindungi.

“Ada 5% orang, dan berpotensi lebih banyak pada kelompok terbatas yang mungkin tidak kebal walaupun telah divaksin, ” jelasnya.

Memakai masker tetap diperlukan untuk melindungi orang-orang yang tidak memiliki perlindungan dari Covid-19 datang herd immunity dapat dicapai. Marybeth memperkirakan, 60 hingga 70% populasi agar kebal untuk bisa menyentuh herd immunity.

  Baca juga: Nia Ramadhani Kepergok Pakai Kalung Rp8. 500, Bubah Alfian Kaget

2. Belum diketahui orang yang sudah divaksin apakah masih bisa menyebarkan virus

Alasan ini diungkapkan oleh Michael LeVasseur, Asisten Professor Epidemiologi dan Biostatistik Dornsife School of Public Health University. Sejak keterangan Michael, sejauh ini memang masih jadi pertanyaan, apakah karakter yang sudah divaksin masih mampu menyebarkan virus atau tidak.

“Masih jadi pertanyaan, apakah seseorang yang telah divaksin mampu mendapatkan infeksi yang mengakibatkan infeksi sekunder. Dengan kata lain, orang yang menerima vaksin mungkin masih dapat menularkan infeksi kepada orang di sekitarnya, ” kata Michael.

Senada dengan Michael, Marybeth Sexton menambahkan, hingga saat ini vaksin Covid-19 masih tetap diteliti untuk menjawab pertanyaan penyebaran pada individu yang divaksinasi. Oleh sebab itu dari itu, penggunaan masker masih tetap sangat penting, untuk menetapkan orang-orang yang terlindungi ini tak menyebarkan virus kepada orang-orang yang belum divaksin.

Back To Top